RSS

Perasaan Bersalah Itu Berujung Sakit

30 Nov

Di tempatku belajar saat ini (baca: bekerja, gw lebih suka menyebutnya belajar karena bekerja juga belajar mendapatkan suatu hal yang baru, itu menyenangkan kan?) dekat dengan pusat pendidikan dan pelatihan (diklat) dari perusahaan ini. Ada resto di diklat tersebut, yang tak berhenti menyediakan prasmanan nikmat. Tapi, resto ini hanya diperuntukkan untuk calon staf yang baru masuk dan staf dari diklat pastinya. Gw? Setia dengan bidang IT, tentu bukan di diklat.

Selasa siang, awal dari semuanya. Dengan dalih ngikut ajakan teman yang diajak teman-teman lama yang sedang pendidikan untuk makan di diklat, gw pun berbelok ke resto. At first in the resto, I really just meet up with my collegas. I feel so doubt to get the delicious foods showed there and eat there. Tapi, sudah terlanjur di sana… hajar jeeek!  hajar

Makan ku, terasa tak nikmat. The guilty wrap around from my head, body to the edge of my feet *lebay*. Tak kudapati rasa nikmat itu. Tak kudapati rasa kenyang yang selalu didapat setelah makan. Rabu sore. Saat pulang. Hujan yang sangat deras hanya setelah sekitar 10 menit dari gw naik motor. Beruntung sudah bawa jas hujan, lagi, hajar jeek! Dinginnya hujan menusuk pergelangan tangan dan kaki yang tak terlindungi. *gw belum menyadari, rasanya inilah salah satu hukuman dari-Nya*

Kamis malam, futsal. Badan pun mulai terasa agak-agak kurang enak. Tidur rasanya sakit semua. Moreover, there’s a bunch of boys at some rooms after mine playing both PES and music with high volume, in the middle of the night. *they really don’t know how to tolerate each other, boys this day*. Badan sakit. Tak bisa tidur. Kesal. Hajar jeek! *eh, tapi yang ini gw gedor pintu gw doang, bukan hajar bocah2 kurang ajar itu. Ga berani takut dikeroyok. :))* Untung mereka sadar. fiuh

Jumat pagi, dengan keadaan mulai sekarat, senam pagi. Siangnya, seharusnya enak dan bikin bugar, makan-makan di Hanamasa. Pertama kalinya makan di sana *terharu*. Dan hasilnya, daging pun antara matang dan tidak. *semoga halal*. Sorenya, pulang ke rumah *oh iya, gw biasanya pulang ke kosan. Jadi ke rumahnya jauh*. Tau sendiri kan gimana jumat sore di Jakarta dan sekitarnya? Macet, cet, cet…

Yap, as you all reader guess, gw pun tepar. Badan panas. Meriang meriang. Dan tak seperti meriang gw biasanya, ditambah mual-mual kliyeng. Weekend pun hanya dihabiskan dengan tidur dan istirahat. Gw langsung merasakan inilah hukuman langsung dari-Nya atas apa yang gw lakukan di hari Selasa. Tapi gw membalik pikiran itu. Gw justru merasa Allah begitu sayang dan perhatian sama gw. Alhamdulillah. Alhamdulillah.

terharu

~sampai tulisan ini turun pun, sakit ini masih ada sisa-sisanya. Tubuh ini belum fit 100%.
~nggak lagi-lagi deh melakukan hal yang sama. Terhadap makanan halal yang terasa haram aja begini, apalagi makanan haram ya? hii..

Posted from WordPress for Android

 
Leave a comment

Posted by on Nov 30, 2011 in My Life

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: