RSS

Festival Desa – Mengenang Masa Kecil yang Sederhana

27 Mar

Berkat dunia twitter sekarang ini, mencari cara menghabiskan waktu weekend bisa menjadi bervariasi. Ngga’ cuma habis di mall, mall, dan cafe di Djakarta ini. *Ya habis mau kemana lagi, adanya cuma mall dan cafe. Sebuah kesalahan buat kalian yang menganggap hiburan di kota ini cuma mall. Justru banyak pilihan hiburan yang bisa kalian dapatkan di ibukota ini. Ada pameran, berbagai macam kuliner, hingga festival-festival. Ada juga seminar-seminar yang bisa menambah ilmu. So, terima kasih dunia informasi twitter, terima kasih @infojakarta, berkatnya saia menemukan acara Festival Desa.

Entah siapa yang mengadakan event ini *yg tampaknya sih kampus UIJ*, yang pasti jika melihat daftar acaranya terlihat cukup seru. *Pic udah full size gan!*

Gimana kira2? Menarik kan melihat rundownnya. Saia pun tergoda dan akhirnya datang di hari Sabtu pagi. Pagi, yang sayangnya malah kepagian datangnya. Niat kesana cuma mau ikutan “main”nya memang. Jadi sengaja nongol jam 10 kurang. *Masa kecil bahagia, yang ingin dikenang sejenak*🙂

Lanjut kronologisnya di sana…

Tiba di sana sekitar pukul 9.40. Kami *ya, saia sama pasangan dong… kalo sendiri dikira om2 mau nyulik anak orang nanti* celingak-celinguk bengong karena ternyata masih sepi. Segelintir orang yang datang pun ternyata baru pengisi stand di sana. Biarpun begitu, sudah ada acara yang dimulai. Talkshow tentang makanan sehat dan organik.

     

Tak tertarik dengan talkshow, kami pun hanya masuk melihat-lihat. Dan sisi kiri, ada yang asyik di sana. Egrang! Anak jaman sekarang tau ga ya? Apa cuma taunya iPad, PS3 dan perangkat digital lainnya? *Saia merasa bahagia masih bisa merasakan permainan2 tradisional*. Melihat di sana ada satu orang penjaga stand mencoba menaikinya, gagal dan gagal dengan wajah begitu frustasi. *Emang susah ya?* Belaga jagoan dan penasaran, ikutan nyoba. Gagal juga, wakakakaka. Buat naik aja itu susah, apalagi jalan. Fiuh, berkali-kali mencoba untuk berdiri di atasnya dengan stabil tak kunjung berhasil. Akhirnya menyerah untuk percobaan pertama. *Masih ada percobaan kedua, penasaran berhasil atau tidak? Baca terus yah! :P*

Jam 10.xx (pokoknya belom setengah 11 deh). Workshop membuat layang-layang dimulai. Ikutaaaann~~. Menuju spotnya, dan yang nongol di sana bocah-bocah semua. Ini emang acaranya buat anak-anak, atau kebetulan aja? Ga peduli, yang penting ikutan. Kami pun ikutan membuat satu layang-layang, layang-layang kecil. Semua perlengkapan sudah ada, tinggal buat. Bambu kerangka, kertas, lem dan benang (jahit???). Lengkap. Tinggal lem sana, lem sini. Ikat tali kama *nah lho, apa hayo itu tali kama? :D*. Dan, tadaa~~ jadi deh.


Layangan mungil ini pun udah merengek-rengek minta dinaikin *padahal yg merengek itu yg megang layangan di atas :P*. Kami pun menerbangkannya, di tengah angin galau yang ada. Galau, kadang berhembus ke timur, kadang ke utara, Angin aja ikut2an galau. Tapi, bukan Ardi namanya klo ga bisa naikin layangan (padahal dulu, selalu minta dinaikin bokap), layangan pun naik… naik… minta benang kedua… naik… naik… dan nyangkut di atas pohon. Meh~~

Semangat djoeang ’45 pun dikobarkan. Dengan segala pengalaman sebagai pengejar layangan ulung, yang sukses membuat warna kulit gw jadi seperti sekarang (pembenaran), kami pun berusaha dan berdoa. Lempar batu yang diikat dengan benang. *Ingat kan masa-masa itu? :D*. Dan layangannya sukses di bawa pulang. Hehe.

-12.00, udah siang. Daripada sang wanita tertular penyakit warna kulit gw, permainan pun dihentikan. Lanjut kembali ke spot awal. Egrang masih tergeletak di sana. Oh iya, acaranya sekarang masuk ke workshop makanan organik. Si narasumber tadi masak nasi kuning, nasi merah, sate ayam yang semuanya organik. Dibagi-bagi gratis pula. Sayangnya saia ngga ikutan ngambil. Entah saia kesambet apa, sampai kesempatan makan gratis ini dilewatkan. *Menyesal sekarang*. Di stand dekat situ, juga ada penyuluhan tentang bagaimana menghadapi ular. Lengkap dengan ular besar yang digeletakkan begitu saja di sana. Ngeri, nyentuh aja ga berani. Nih foto aja cuma berani dari jauh.

Kembali Egrang. Percobaan kedua. Penasaran banget emang sama yang satu ini. Dulu (kayaknya) bisa deh. Saia pun dilatih oleh ahlinya di sana. Oh iya, yg pertama juga dilatih lho sama bapak-bapak bersahaja di sana. Bagaimana harus memegang egrangnya, menjepit kaki dan menenangkan hati. Bagaimana klo naik egrang harus langsung condong ke depan, klo perlu egrang kanan agak di depan. Tada~~, ada kemajuan. Setidaknya sudah bisa melangkah selangkah setelah 1000 kali mencoba (ga ngitung lah, anggap aja segitu biar keliatan berjuang keras). Ya, cuma selangkah. Rasanya udah seneng betul itu. Sedihnya, tidak ada percobaan ketiga. Kami tak kuat dengan panasnya. Padahal masih ada acara main angklung setelah itu.

(Bapak ini ngajarinnya sih enak, tapi abis dia mainin egrang seenak jiwanya. Maju, mundur, nyamping sekenanya berasa itu gampang banget) =.=

Well. Festival Desa ini memang acara yang menarik. Asik sekali sejenak kembali ke masa lalu. Masa lalu yang penuh dengan permainan tradisional. Bermain bersama teman-teman dekat rumah. Masa kanak-kanak yang dekat dengan Indonesia.🙂

 
4 Comments

Posted by on Mar 27, 2012 in Inspiration, My Life

 

Tags: , , , , , ,

4 responses to “Festival Desa – Mengenang Masa Kecil yang Sederhana

  1. ilhamajipratomo

    Mar 28, 2012 at 10:23

    Ah tadi udah komen malah ke-close tab nya.

    Paling asik kayaknya main layangannya tuh ya, soalnya di Jakarta kan lagi banyak angin nih. Bikin tali kama-nya jadi yang bikin layangannya kalem apa yang agresif tuh bro? Terus benangnya kenur apa gelasan? wkwkwkwk….

     
    • Ardi

      Mar 28, 2012 at 11:06

      haha, lupa gw caranya tuh buat kama singit atau anteng. Lagian layangannya kecil gitu, tanpa tali kama cuma iket biasa juga udah bisa sebetulnya.
      Benangnya? benang jahit -__-“

       
  2. Jurnal Transformasi

    Mar 28, 2012 at 18:28

    Festival Desa diadakan oleh Desa Sejahtera (desasejahtera.org), Mas. Saya juga ada disana. Ngikutin workshop tentang ular juga kah?

     
    • Ardi

      Apr 12, 2012 at 10:14

      workshop ular ngikutinnya dikit aja sih waktu itu. Sambil lewat.🙂

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: