RSS

I’m still a rider

03 Sep

Sabtu, 1 September 2012. Pukul 12:00 – 17:00 WIB. Jakarta. Suhu udara diperkirakan mencapai 36 derajat Celcius.

Sabtu itu panas menyengat luar biasa. Entah karena sudah memasuki musim panas atau langit Jakarta lagi ada bocornya dan masih belum ditambal. Nyosshhh! . Tapi, suhu menyengat ini tidak membuat gw menyerah. Demi cinta dan cita, perjalanan harus tetap dilaksanakan. Demi @maul_mariaulva, yang ingin mencari kos dan menuju kantornya. Sabtu, ngantor di siang yang begitu menyengat. Lengkap sekali. Kalo gw yang disuruh masuk kantor, gw pasti mematikan handphone sebelum panggilan kantor berdering. Kabur. Well, sekali lagi.. demi cinta dan cita. Sekitar jam 12:00, ba’da Dzuhur kami pun berangkat.

12:00 – 14:00. Depok to Mampang. Takut Lenteng Agung macet, jalur alternatif melalui M. Kahfi 2 pun menjadi pilihan. Namun, ternyata sama saja . Masih ada aja yang sekolah sabtu-sabtu gini. Ngga’ tanggung-tanggung, ada kali 3 sekolahan muridnya berseliweran di jalan kecil itu. Yang nyebrang, yang nunggu angkot, yang jajan. Ditambah kopaja dan angkot ngetem, lengkap sudah. Sampai Mampang sekitar pukul 13:00. Pencarian kos pun dimulai. Hasilnya kalo ndak mahal, ya udah penuh. Makmur banget ya yang punya kosan di daerah Jakarta.

14:00 – 15:00. Pancoran, Jakarta. Belum, ini belum sampai di kantornya di Blok M. Ya, Blok M. Sekali lagi, Blok M . Berhubung udah deket-deket Pancoran, dan gw tiba-tiba teringat akan Ayam Penyet Pandanayu, atau biasa gw menyebutnya Ayam Penyet SMESCO karena letaknya ada di belakang gedung SMESCO (sekarang Gedung SME). Tempat ini pun menjadi tempat peristirahatan sejenak sekaligus mengobati rasa kangen atas nikmatnya ayam penyet paling mantab yang pernah gw santap. Ayamnya gurih dan renyah. Sambalnya pedas tapi tetap enak. Tahunya pun ndak kalah enaknya. Kalo kata pak Bondan: Pokok’e Maknyus!. Ah, masa-masa perdjoeangan setelah lulus kuliah kemarin pun terobati.

15:00 – 16:00. Pancoran – Blok M. Alhamdulillah jalanan lancar. Melalui jalur Tendean – Walter Monginsidi – Blok M hingga Jl. Mendawai (daerah pasar burung Jl. Barito). Fiuh. Namun perjalanan belumlah berakhir…

16:00 – 17:00. Blok M – Bekasi. Iya Bekasi. Ndak kok, ndak salah ketik. Beneran Bekasi . Entah mana jalur terbaik, tapi menurut gw jalur terbaik adalah jalur yang gw ngerti. Sambil menikmati kembali masa-masa di bilangan Sudirman-Thamrin dulu, maka gw pun melalui jalur ini. Belok ke arah Manggarai dan wuss jalanan lancar jaya. Ngga’ sadar speedometer sempat menyentuh angka 100 km/jam. Udah lama ndak begini. Tak lupa juga mampir sejenak di Martabak AA untuk oleh-oleh di rumah. Ini juga the best-nya martabak! Outletnya cuma ya cuma satu ini, dan gw udah kenal tempat ini sejak jaman TK/SD dulu. Sekali lagi, maknjusss! . Dan alhamdulillah, tibalah gw di rumah. Cukup dengan 1 jam .

Well, 4 jam di atas motor. Kalo dipake mudik udah bisa sampe Cikampek kayaknya. At least, kemampuan gw sebagai rider tangguh masih mumpuni. Hehe.

_rd_
~emoticons are taken from http://www.cute-factor.com/

 
Leave a comment

Posted by on Sep 3, 2012 in My Life

 

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: