RSS

Tak Ada Lagi Dadah-dadah Melalui Jendela Itu

01 Apr

Ada yang baru aku sadari ketika menaiki kereta Jawa, Bangunkarta jurusan Jombang – Jakarta kemarin. Ada yang sepi. Kurang hangat. Tanpa keluarga. Ya. Dengan sistem model check-in layaknya di bandara, maka peron stasiun saat ini pun hanya boleh ditunggui oleh para penumpang yang memiliki tiket dengan KTP sesuai. Tidak ada lagi ada dadah2an dari balik jendela kereta ke keluarga yang mengantarkanšŸ˜„.

dadah

Padahal kemarin ada yang mengantar, sekeluarga beserta anaknya yang masih mungil. Dahulu, aku bisa nyicip masuk kereta mengantar hingga tempat duduk. Cipika cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri), hingga membantu membawakan barang bawaan. Rasanya ingin mengajak adik kecil itu masuk kereta, lalu dadah-dadah dengannya dari balik jendela. Melihatnya tertinggal, (mungkin) sambil menangis yang menandakan bahwa si mungil masih ingin kita didekatnya. Membuat kita rindu untuk datang lagi. Ah.

peron hanya untuk penumpang

Kebijakan ini memang membuat peron menjadi lebih nyaman, khususnya saat-saat ramai seperti mudik lebaran yang bisa membuat peron layaknya pasar. Well, maju terus Kereta Api Indonesia. Saya berdoa, semoga suatu saat kereta di negeri ini menjadi moda utama dalam melintas intra-pulau dengan teknologi terkini. China sudah bisa mewujudkannya, kenapa kita tidak?

salam,
_rd_

gambar 1 diembat dariĀ www.antarajatim.com
gambar 2 nyolong dariĀ www.merdeka.com

 
Leave a comment

Posted by on Apr 1, 2013 in Miscellaneous

 

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: