RSS

Sadly It’s Over

02 Apr

[SPOILER ALERT]
Gatel rasanya kalo ndak nulis di sini. The Best Serial I Ever Watched is finally end. Sad, not because the ending tapi karena selesai sudah salah satu hiburan terbaik yang (hampir) selalu gw tonton tiap Selasa. Goodbye Barney, Ted, Marshall, Lily and Robin. Thanks for showing us how great a ‘family’ can be. Buat kalian yang nontonnya setengah-setengah, atau ngga nonton sama sekali, mampir aja ke link ini.

Look how happy they are!

Yang bikin gatel sebenernya karena begitu banyak mereka yang kecewa dengan ending-nya. Dan gw tau mereka yang kecewa adalah mereka yang berharap lebih. Beberapa kecewa yang sejauh ini banyak gw lihat adalah “kok the Mother-nya cuma begitu aja sih?”, “Ya elah, endingnya balik-balik lagi ke Robin”, “Satu season nyeritain pernikahan Barney-Robin, terus cerainya gitu aja”, dan lain-lainnya. Well, for me that’s how the story goes. Buat gw, sebuah ending yang tidak ‘terlalu bahagia’ adalah sebuah keberanian. Berapa banyak kalian nonton film Hollywood dan tau di akhir cerita pasti karakternya hidup semua dan berakhir bahagia? Itu biasa banget. Kalo kalian pernah nonton Dorama Jepang, maka kalian akan menemukan banyak ending yang akan ‘mengecewakan’ kalian.

Gw akan nulis beberapa poin di sini, yang menurut gw (silakan disanggah sesuka kalian) inilah yang membuat ending ini keren.

  • The Mother porsinya menurut gw udah perfect. Mulai dari awal season 9 ini sudah diceritakan semua potongan-potongan penting dalam hidupnya, baik dari awal dia sendiri sampai udah sama si Ted. Bahkan sampai ada 1 eps sendiri “How Your Mother Met Me” khusus cerita tentang the Mother. Momen-momennya pun dibuat beauty and perfect. And it’s always perfect. And that’s enough. Karena jika moment-nya dikasih lebih, maka harus ada bagian ‘ndak perfect’nya. Karena jika terlalu perfect dan terlalu banyak, jadinya nanti aneh kan?
  • Yang paling perfect ending-nya tentu Lily-Marshall. Yep, they really taught us how hard and happy marriage is. They are the perfect couple ever. Setuju kan klo untuk yang ini?
  • Barney and Robin. Jika kalian melihat cerainya cuma karena scene terakhir yang di Argentina, kalian tentu salah besar. Ingat kan di tahun sebelumnya pas di MacLaren’s ketika Barney and Ted di sana. Dari situ bahkan sudah terlihat hubungan mereka sudah mulai retak. Egoisitas mereka berdua bahkan sudah terbentuk dari awal serial ini dibuat. Dan bagaimana Robin memang ingin mengejar impiannya sebagai reporter dunia. Mereka hanya sama-sama tidak mau mengalah, dan kalau kalian lihat ini hal simple, nikah sana!😛
  • Barney. This is the best moment for me! The moment he raise his baby and say those beautiful sentences… *meleleh*
  • Balik lagi ke Robin. Oke, inilah yang paling menarik dan terkait langsung dengan poin pertama. Banyak hal yang mau gw ambil di bagian ini dan rasanya bakalan penuh kalo ditaro di poin ini. So, let’s continue to next section.

Balik lagi ke Robin. Langsung ajah:

  1. Apa alasan utama seorang ayah cerita ke anak-anaknya ketika mereka sudah besar tentang bagaimana mereka bertemu? Kemungkinan besar karena ibunya meninggal ketika mereka kecil dan belum mengerti. Spekulasi kalo the Mother sudah meninggal di tahun 2030 udah banyak banget. Dan gw sendiri baru tau gara-gara status temen gw di FB. Ada kata-kata di season 9 ketika mereka bersama yang jelas banget. Sampai pada kesimpulan akhir buat gw sendiri: Apa alasan utama seorang ayah cerita ke anak-anaknya ketika mereka sudah besar tentang bagaimana mereka bertemu?
  2. Itulah kenapa ceritanya dimulai di tahun 2005, ketika Ted pertama kali bertemu dengan Robin. That’s all.
  3. Scene terakhir, ketika Ted ngobrol dengan anak-anaknya. Scene ini sudah dibuat sejak Season 2, WOW. Kalian lihat kan, serial ini sudah berjalan 9 tahun dan muka anak-anaknya tidak berubah sama sekali. Karena, rencana awal si Carter Bays & Craig Thomas memang ingin serial ini berakhir di season 2. (Oke, gw lupa pernah nemu artikelnya dimana, tapi silakan googling). Well, classic reason and problems for every serial in the world, rating. Yep, HIMYM dapat rating yang sangat baik, dan pemaksaan untuk memperpanjang sebuah serial pun dimulai (dulu inget banget gimana Heroes berakhir sampah!). Dan hebatnya, HIMYM ini tetap selesai dengan sempurna (sekali lagi, sempurna buat gw).
  4. Sampai terakhir, banyak pasti yang teriak yaaah kok beneran bukan Ted sama Robin sih. Tuh udah dikasih. Di ending. (Agak) Sesuai dengan janji mereka klo sampai umur 40 mereka masih single, mereka akan menikah.🙂

Well, that’s How I Met Your Mother. Buat gw ini bukan sekedar sitcoms, karena serial ini punya cerita dan tujuan akhir yang pasti bahagia. Semoga ada lagi serial yang seperti ini, yang ceritanya tidak jauh dari kehidupan sehari-hari, ringan dan punya tujuan.

_rd_

 
2 Comments

Posted by on Apr 2, 2014 in Inspiration, Review

 

Tags: , , ,

2 responses to “Sadly It’s Over

  1. yasminthul

    Apr 3, 2014 at 02:06

    Hahaha.. setuju banget kak! Menurut gue sempurna banget akhirnya.
    Tapi dari dulu gue udah team Robin-Ted, makanya super seneng pas ngeliat mereka akhirnya jadi juga :3

     
    • Ardi

      Apr 3, 2014 at 05:56

      Nah ini… *highFive!😀

       

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: